Perpuluhan Dan Polemiknya
PASAL 1
PENDAHULUAN
Kebenaran Persepuluhan telah dilakukan oleh hampir seluruh
denominasi gereja sekarang ini. Bahkan denominasi gereja-gereja aliran besar
yang dahulu menolak sudah melaksanakannya. Hanya akhir-akhir ini ada ajaran
yang disebarkan untuk menolak kebenaran persepuluhan dengan alasan bahwa
kebenaran ini telah digenapkan bersama Hukum Taurat. Jadi, tidak lagi perlu
dilakukan. Kebanyakan mereka yang menolak berdasarkan ayat Firman Allah dalam
Efesus 2:15 : “sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan
hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan
keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan
damai sejahtera,”
Dasar ajaran mereka bahwa perpuluhan bagian dari Hukum
Taurat telah dibatalkan atau diselesaikan oleh kematian Yesus Kristus di Kayu
Salib. Memang Kristus sudah mati sebagai Mesisas dan Juruselamat dan telah
menggenapkan Taurat, tetapi perpuluhan itu adalah kebenaran Allah bukan
termasuk Taurat yang sudah digenapkan oleh Yesus Kristus. Pelaksanaan
perpuluhan tetap menjadi kebenaran gereja masa kini. Dalam Perjanjian Baru,
Tuhan Yesus pernah menyinggung masalah perpuluhan dalam hal yang paling kecil
sekalipun (Baca: Mat. 23:23; Luk. 11:42; Luk. 18:12). Tuhan Yesus juga pernah
berkata bahwa bayarlah kepada kaisar apa yang kaisar punya dan kepada
Tuhan apa yang Tuhan punya. Hal ini menunjuk persoalankepemilikan, yang
dimaksudkan tentang perpuluhan yang adalah milik Tuhan yang ada dalam harta
kita, Mat. 22:21; Mark. 12:17.
Mengapa kita harus membayar perpuluhan? Jawaban yang paling
tepat ialah karena itu kebenaran perintah Tuhan kepada GerejaNya, menjadi
kewajiban kita untuk menopang pekerjaan pelayananNya dimuka bumi. Persepuluhan
juga sebagai dasar kebenaran untuk hidup yang diberkati Tuhan. Baca: Kej.
14:18-20; Im. 27:31-34; Mal. 3:6-10.
Tetapi kebenaran persepuluhan utamanya sebagai bukti menguji
Kasih serta Ketaatan kita kepada FirmanNya.
Apabila kita merenungkan lebih mendalam tentang kebenaran
persepuluhan yang hanya meminta membayar 10% dari harta kita. Sesungguhnya
orang percaya harus jujur dan mengakui sesungguhnya bahwa kita tidak mempunyai
sedikit pun hak kepemilikan atas hidup kita karena semuanya hanya pemberian
Tuhan.Pertama, manusia hanya tanah liat belaka, tapi Tuhan menghembuskan
nafasNya, rohNya, sehinggah kita menjadi makhluk hidup. Tanpa kehidupan dari
Tuhan manusia hanya tanah belaka, Yoel 2:21; 2 Kor. 4:7, renungkan sejenak
bahwa manusia hanya tanah belaka.
Hidup kita adalah 100% kasih karunia Allah. Tuhan-lah
pemilik Kehidupan manusia, Kej 2:7. Kedua, manusia sudah jatuh kedalam
dosa sehinggah manusia telah masuk dalam kegelapan dosa. Upah dosa adalah maut,
tapi Yesus Kristus yang kaya dengan rahmatNya telah menghidupkan kita kembali
melalui penebusanNya dan kuasa kebangkitanNya dan oleh kasih karuniaNya kita
deselamatkan (Efesus 2:1-6). Kita sudah dibayar tunai tidak ada sedikit pun
dalam hidup kita menjadi milik kita. Kita harus muliakan Dia dengan seluruh
yang ada dalam hidup yang adalah milikNya (1 Kor. 6:19-20). Mari merenungkan
kebenaran ini, bahwa bukan milik kita tetapi seluruhnya adalah milik Dia yang
telah mati ganti kita.
Dengan kebenaran untuk mengenal siapa kita sesungguhnya,
jelasalah bahwa adalah mutlak kebenaran Tuhan untuk berkata berilah 100%
milikmu kepada Tuhan dan sudah tentu tidak dapat kita tolak sebab memang hidup
kita 100% milik Dia.
1 Korintus 6:19-20 : “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu
adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari
Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan
harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”.
Coba bayangkan kemurahanNya yang besar, bahwa Allah tidak
menuntut 100% dari milik kita. Dia hanya meminta 10%. Bagaimana kita sebagai
milik tebusanNya bisa mau berargumentasi untuk menolak kebenaran persepuluhan
ini? Kalau kita mengasihi Dia dan mau taat kepadaNya tentu kita akan mengucap
syukur, ternyata persepuluhan juga menjadi tanda ikatan kita dengan Dia sebagai
pencipta supaya orang percaya tetap menyadari bahwa kita orang percaya adalah
milik Dia sebagai pencipta.
Lebih dahsyat lagi bahwa ada janji yang pasti kepada kita
dengan persepuluhan ini, dalam Maleakhi 3:10:
“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam
rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku,
firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap
langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”
Oh alangkah bahagianya kita orang percaya, ternyata
pengembalian persepuluhan adalah maksud Tuhan untuk menguji Kasih dan Ketaatan
orang percaya. Persembahan persepuluhan menjadi ikatan janji orang percaya
menjadi jalan kebenaran hidup diberkati dengan berkelimpahan. Kenyataannya,
menjadi bukti bahwa semua orang percaya yang membayar persepuluhan, hidup
mereka diberkati Tuhan. Patut diingat, kita tidak membayar persepuluhan
supaya diberkati, tetapa karena kasih dan ketaatan kepada Firman Allah,
keberkatan hanyalah kegenapan firman yang mengikuti perbuatan kebenaran itu. Jauhkan
tujuan membayar persepuluhan supaya diberkati. Bayarlah persepuluhan karena
kita mengasihi Allah dan mau taat kepada FirmanNya. Yakobus 1:25;
“Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu
hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya
mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia
oleh perbuatannya.”
PASAL 2
PERSEPULUHAN BUKAN TAURAT
TETAPI KEBENARAN FIRMAN ALLAH
Disinilah terletak problematiknya, bahwa banyak orang
percaya menolak membayar persepuluhan karena konsep teologis yang keliru.
Ajaran keliru yang sedang diedarkan oleh mereka yang menolak persepuluhan
mengajarkan bahwa persepuluhan itu adalah Taurat yang telah digenapi Yesus
Kristus pada kematianNya di kayu Salib.
Pertanyaan:Benarkah bahwa persepuluhan itu adalah termasuk
Hukum Taurat yang telah digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus?Jawabannya: Persepuluhan
bukan Hukum Taurat tetapi Kebenaran Firman Allah. Hanya persepuluhan menjadi
pokok utama dalam Taurat sehubungan dengan kehidupan orang-orang Lewi dalam
pelayanan ritual imamat mereka yang tidak mendapat warisan kepemilikan. Mereka
(Lewi) hanya hidup oleh persembahan persepuluhan yang kewajiban semua suku-suku
Israel lainnya. Jadi, seluruh Israel harus membayar persepuluhan untuk
pelayanan Imamat orang Lewi yang melayani Kemah Sembahyang, Bait Allah.
Bilangan 18:21-22 “Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada
mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik
pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah
Pertemuan. Maka janganlah lagi orang Israel mendekat kepada Kemah Pertemuan,
sehingga mereka mendatangkan dosa kepada dirinya, lalu mati;”
Kita baca lagi dalam Imamat 27:30-33; Ul. 14:22-29, semua
kebenaran keutamaan persepuluhan hanya untuk orang Lewi yang melayani Imamat
Allah dalam Kemah Sembahyang dan Bait Allah. Keutamaan persepuluhan Taurat
menjadi penyebab asumsi sebagian orang bahwa persepuluhan itu adalah hukum
Taurat yang sudah digenapi.
Pertanyaan diatas tentang benarkah persepuluhan sudah
digenapi oleh kematian Yesus Kristus dalam Kasih Karunianya akan segera terjawab
dan dikuakan. Sebenarnya hal ini bukan lagi rahasia bagi kita semua. Banyak
orang percaya tidak memberikan waktunya untuk belajar kebenaran Firman Allah
secara menyeluruh. Pemahaman teologi itu harus bersifat menyeluruh. Kita
sesungguhnya tidak boleh cepat-cepat memutuskan segala sesuatu sebelum saling
mengkaitkan semua kebenaran Firman Allah. Contoh, kita tidak mampu memahami
kebenaran persepuluhan tanpa menyentuh perspektif “Teologi Perjanjian Lama”.
Dalam perspektif kebenaran yang menyeluruh akan terlihat
jelas bahwa ternyata Yesus Kristus tidak menggenapkan atau membatalkan seluruh
Taurat hanya yang ada kaitannya dengan Yesus Kristus sebagai Anak Domba, Imam
Besar dan Messias.
Hukum Taurat kebenarannya terdiri dari;Pertama: Ketetapan
Hukum Ibadah Israel yang dilaksanakan imam besar didalam kemah sembahyang, Bait
Allah bersama orang Lewi. Seluruh Liturgi yang dilaksanakan di Kemah Sembayang/
Bait Allah Yerusalem dan semua aturannya secara seremonial. Kedua, Hukum
Taurat yang mengandung peraturan-peraturan untuk kehidupan masyarakat Israel
yaitu hukum adat istiadat yang khusus berlaku untuk bangsa Israel, Ketiga,
Hukum Kesusilaan, Etika, peraturan-peraturan kelakuan terhadap Allah, Firman
Allah yang bersifat kekal dan menyeluruh, yang berinti kepada kesepuluh hukum.
Hukum yang pertama dan kedua itulah yang sudah digenpakan
oleh Tuhan Yesus Kristus ketika Dia mati diatas kayu salib. Sedangkan hukum
yang ketiga bersifat menyeluruh (Lex Naturalis), itu tetap berlaku sampai hari
ini. Jadi, kematian Tuhan sebagai Anak Domba tidak menghapuskan keseluruhan
Taurat Tuhan. Hukum pertama dan kedua dari Taurat tersebut tidak belaku lagi
semua telah digenapkan oleh Tuhan Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah.
Kesepuluh hukum Allah, persepuluhan, kitab nabi-nabi sebagai Firman Allah yang
menjadi kebenaran sampai sekarang
PASAL 3
PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN ADA SEBELUM TAURAT
Walaupun Persepuluhan menjadi kewajiban dalam Taurat, tetapi
persepuluhan bukan berawal dari Taurat. Jauh sebelum Nabi Musa menerima Tauarat
diatas gunung Sinai kebenaran persepuluhan sudah ada. Sekitar 430 Tahun sebelum
Taurat diturunkan bahwa Allah sudah menyatakan kebenaran persepuluhan itu
melalui Nabi Ibrahim.
Siapakah Melkisedekh yang kepadaNya, Abram membawa
persembahan persepuluhan. Kita akan mengenal Melkisedekh melalui kitab Ibrani
7-1-3 :
“Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang
Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari
mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan
sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama
raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. Ia tidak
berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya
tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap
menjadi imam sampai selama-lamanya.”
Siapakan Melkisedekh ini? Dia tidak berbapa, Dia tidak
beribu, Dia adalah Imam Besar untuk selama-lamanya dan dijadikan sama dengan
Anak Allah, Raja Damai, Raja Kebenaran, Raja Damai Sejahtera. Perhatikan semua
gelar yang diperuntuk kepada Yesus Kristus dimiliki oleh Melkisedekh. Dikatakan
dalam Ibrani 7:4 : bahwa betapa besar orang itu kepadanya Abraham bapa leluhur
memberi persembahan persepuluhan dan Dia memberkati Abraham. Jelaslah bahwa
Melkisedekh perwujudan Yesus Kristus dalam Perjanjian Lama.
Dalam istilah Teologi Melkisedekh merupakan “Teopani” Tuhan
Yesus Kristus. Teopani artinya, Tuhan mewujudkan dirinya dalam penampakan
sebagai manusia, malaikat dan seterusnya. Ingat, bahwa pada waktu itu Yesus
yang Oknum kedua Allah (Tritunggal) adalah FIRMAN (LOGOS), Dia belum
berinkarnasi menjadi manusia (Yoh. 1:14). Keadaan dan sifat Yesus sebagai
Firman adalah Roh juga, Allah itu Roh adanya (Yoh. 4:24). Melkisedekh, Imam
Besar selama-lamanya itu adalah penampakan Teopani-Nya kepada Abraham, dan
Abraham membayar persepuluhan kepadaNya. Peristiwa ini terjadi 430 tahun sebelum
Taurat diberikan kepada nabi Musa digunung Sinai pada tahun 1495 Sebelum
Masehi. Persepuluhan adalah kebenaran Firman Allah yang kekal bukan Taurat yang
telah digenapi. Demikian pula Yakub mengikuti jejak kakeknya memberi
sepersepuluh dari berkat-berkatnya kepada Tuhan. Yakub berkata :”…dari segala
sesuatu yang engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh
kepadaMu” (Kejadian 28:22)
Pada waktu Musa menerima Hukum Taurat di gunung Sinai,
ternyata kebenaran persepuluhan diteguhkan menjadi salah satu kewajiban utama
bagi bangsa Israel. Memang ada banyak hal kebenaran dalam Taurat yang merupakan
kesinambungan dari apa yang sudah Allah nyatakan sebelum Taurat. Kita tidak
dapat langsung memutuskan bahwa semua yang diberikan Allah kepada Musa menjadi
bagian dari Taurat. Banyak kebenaran yang diberikan dalam Taurat sudah ada
sebelum Taurat. Misalnya, ketika Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa mereka
mengambil daun pokok ara untuk menutupi ketelanjangan mereka dan Allah
menggantikan dengan kulit binatang untuk menjadi pakaian mereka (Kej. 3:7, Kej.
3:21). Kebenaran bahwa Allah menggantikan pakaian mereka dengan kulit binatang
berarti sudah terjadi penyembelihan binatang dan pencurahan darah. Didalam
Taurat pengampunan dosa dan pendamaian dengan Allah bagi Israel hanya melalui
pengorbanan dan pencurahan darah binatang (Imamat 16:15-17). Dan kegenapan
darah binatang dan penyembelihan Anak Domba Allah menjadi ketentuan
kebenaran yang kekal untuk keselamatan manusia. Hanya dalam Hukum Taurat
ditetapkan melalui darah korban binatang, sedangkan dalam Perjanjian Baru
digenapkan oleh Darah Domba Allah yang benar yaitu darah Tuhan Yesus Kristus.
Pembenaran oleh darah tidak terjadi yang pertama oleh hukum Taurat, tetapi jauh
sebelum Tauarat diberikan kepada Musa. Demikian pula dengan persepuluhan, jauh
sebelum Taurat diberikan bahwa bapa Abraham dan Yakub sudah melakukannya dengan
setia. Karena itu, persepuluhan bukan bagian dari Taurat saja, tetapi telah
menjadi ketentuan Allah sampai pada zaman Perjanjian Baru.
PASAL 4
PERSEPULUHAN DALAM PERJANJIAN BARU
Sebelum masuk dalam penguraian tentang kebenaran persembahan
persepuluhan dalam Perjanjian baru saya merasa perlu juga menjelaskan
pengertian tentang makna bahwa Taurat sudah digenapkan dan dibatalkan
oleh Yesus Kristus. Kata digenapkan dan dibatalkan telah diterjemahkan
mentah-mantah. Banyak yang berpikir bahwa Taurat itu sudah selesai dan tidak
berfaedah lagi. Makna teologis tentang digenapkan atau dibatalkan tidak berarti
sudah berhenti dan ditiadakan begitu saja. Tetapi, justru sudah
digenapkan dan dinyatakan kepada makna yang lebih besar dan mulia. Makna
digenapkan oleh kebenaran yang lebih besar dan mulia itu harus kita pahami
sehingga alur kebenarannya dari sebelum Taurat diturunkan. Pada zaman Taurat, Perjanjian
Lama kemudian Perjanjian Baru terlihat jelas dan tidak putus begitu saja.
Kebenaran itu bagaikan cahaya yang semakin lama semakin terang benderang sampai
kepada siang yang sempurna (Amsal 4:18).
Matius 5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku
datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan
untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”
Efesus 2:15 “sebab dengan mati-Nya sebagai
manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,
untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan
dengan itu mengadakan damai sejahtera,”
Kematian Yesus Kristus diatas Kayu Salib sudah menerangi
Taurat kepada makna kebenaran yang lebih besar dan mulia dari kebenaran bayang-bayang,
tidak ada lagi kebenaran bayangan oleh gambaran bahwa semua telah menjadi nyata
dan jelas penuh kemuliaan didalam Tuhan Yesus Kristus.Sebagai contoh bahwa
Darah binatang telah diganti dengan kemuliaan darah Anak Domba sejati yaitu
Darah Tuhan Yesus Kristus. Bait Allah / Tabernakel telah diganti dengan bait
Allah bukan buatan tangan manusia yaitu, Tubuh Kristus tempat maha kudus Allah
di sorga mulia. Persepuluhan bukan lagi hanya kewajiban bangsa Israel, tetapi
seluruh orang percaya sehingga kemuliaan berkatnya berlaku untuk semua orang
tidak terbatas hanya untuk Israel. Ingat, kebenaran persepuluhan mengakibatkan
orang percaya diberkati dengan berkat berkelimpahan. Begitu pula kita tidak
lagi memerlukan minyak urapan, karena telah digantikan dengan Oknum Roh Kudus
yang jauh lebih mulia dan dahsyat kuasaNya bagi kita orang percaya. Baca: 1
Pet. 1:18-19; Roma 5:9; Ibrani 9:11-14; Kisah 2:4; Ef. 1:18-19. Ayat-ayat
diatas semua bercerita tentang kedahsyatan kebenaran yang sudah datang akibat
penggenapan Taurat oleh Anak Domba Allah.
Kematian Kristus sudah menggenapkan Taurat, Allah bukan lagi
terikat dengan satu bangsa yaitu Israel, tetapi oleh Kasih KaruniaNya telah
membuka diriNya menjadi milik semua bangsa didunia. Karena itu, kebenaran
persepuluhan sekarang adalah untuk seluruh bangsa-bangsa. Artinya, seluruh
bangsa yang percaya kepadaNya siapa untuk diberkati melalui melakukan
persepuluhan. Maleakhi 3:10, “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke
dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan
ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu
tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”
Persepuluhan juga menjadi satu standar kekudusan orang
percaya dihadapan Tuhan. Ternyata persepuluhan juga menjadi tanda ikatan
kejujuran orang percaya untuk dapat tunduk total dalam ketaatan kepada Allah.
Persepuluhan bukan hanya sebagai jalan yang pasti untuk
orang percaya diberkati, tetapi juga menjadi ukuran yang dapat kita deteksi
apakah kita kudus dan menjadi orang percaya yang mentaati Tuhannya. Tentu kita
sebagai orang percaya menghendaki dikatakan menjadi penipu Allah. Secara
gamblang Firman Tuhan menghisabkan kita sebagai penipu Allah apabila tidak
mengembalikan persepuluhan.
|
Persepuluhan bukan hanya sebagai jalan yang pasti untuk
orang percaya diberkati, tetapi juga menjadi ukuran yang dapat kita deteksi
apakah kita kudus dan menjadi orang percaya yang mentaati Tuhan-nya.
|
Dengan memperhatikan ayat diatas, nampak jelas bahwa
pelaksanaan persembahan persepuluhan dan persembahan khusus telah merupakan
ketetapan Tuhan. Barangsiapa melanggarnya dianggap telah meninggalkanNya,
sehingga Ia berkata “Kembalilah kepada-KU”.
Mengapa Persepuluhan kurang disebut dalam Perjanjian Baru?
Disinilah persoalannya, dikarenakan jarang disebut dalam
Perjanjian Baru, itu menjadi alasan bagi mereka yang tidak melakukannya, berani
berkata bahwa persepuluhan hanya dilakukan bagi Israel pada masa Taurat dan
sekarang tidak berlaku lagi. Persepuluhan sudah jelas menjadi ketetapan Tuhan
dalam Perjanjian Lama dan Taurat tidak perlu lagi mendapatkan tempat yang harus
diulangi dan ditekankan kembali dalam Perjanjian Baru. Telah menjadi ketetapan
khususnya bagi bangsa Israel.
Tuhan Yesus tidak pernah meniadakan persepuluhan malahan
Tuhan Yesus mengkoreksi supaya persepuluhan menjadi sempurna jangan mangabaikan
kebenaran lainnya. Semasa Yesus melaksanakan misiNya selama 31/2 tahun sebelum
mati di atas kayu salib Dia telah mulai mengajarkan Kebenaran Kasih Karunia
Allah (Agape) yang menjadi pokok ajaranNya. Karena itu, dasar membawa
persepuluhan pada zaman Perjanjian Baru tidak sama lagi dengan dasar
persembahan persepuluhan dalam Taurat atau Perjanjian Lama. Tuhan Yesus Kristus
menekankan pada zaman kasih Karunia ini atau zaman gereja bahwa orang percaya
harus membawa persembahan persepuluhan berdasarkan Kasih Karunia-Nya yaitu kita
membawa dengan dasar iman mengasihi Dia yang telah mati untuk keselamatan kita.
Kristus Yesus mengajarkan bahwa persepuluhan haruslah dilakukan dengan dasar
iman, keadilan (jujur), dan belas kasihan (Kasih-Nya).
Matius
23:23
“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu
orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan
kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu:
keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang
lain jangan diabaikan.”
Bayangkan bahwa Tuhan Yesus memuji Israel dan para ahli
Taurat dan orang-orang farisi jujur dan ketat dengan persembahan persepuluhan
sampai kepada hal yang kecil yang mereka miliki (hasil tanaman: selasi, adas
manis, dan jintan dstnya). Perhatikan bahwa mereka mempersembahkan persepuluhan
dari semua yang mereka miliki. Namun inti persekutuan dengan Allah mereka
abaikan, yaitu kasih belas kasihan dan keadilan. Disini kita melihat
persepuluhan diteguhkan oleh Tuhan Yesus. Belas kasihan, keadilan dan kesetiaan
menjadi pokok ajaran yang menjadi misi Tuhan Yesus dalam kasih karuniaNya,
Efesus 2:4-5,8.
Karena itu, dasar membawa persepuluhan pada zaman Perjanjian
Baru tidak sama lagi dengan dasar persembahan persepuluhan dalam Taurat atau
Perjanjian Lama. Tuhan Yesus Kristus menekankan pada zaman kasih Karunia ini
atau zaman gereja bahwa orang percaya harus membawa persembahan persepuluhan
berdasarkan Kasih Karunia-Nya yaitu kita membawa dengan dasar iman mengasihi
Dia yang telah mati untuk keselamatan kita semua
Tuhan Yesus juga Memberi Persembahan Persepuluhan.
Tidak terlihat dalam ayat yang jelas bahwa Yesus membawa
korban persepuluhan-Nya. Sebagaimana saya sudah uraikan sebelumnya, bahwa
persepuluhan bukanlah ajaran yang baru bagi orang Yahudi. Persembahan
Persepuluhan sudah menjadi tradisi yaitu kebenaran yang sudah mendarah daging
bagi Israel sejak seribuan tahun sebelumnya. Ingat bahwa Tuhan Yesus tidak
perlu lagi mengulang-ulangi sesuatu yang sudah menjadi tradisi ribuan tahun
bagi Yahudi. Dia sedang sibuk dengan satu misi yaitu menyelamatkan isi dunia
melalui Kasih KaruniaNya. Itulah sebabnya, semua ajaran Yesus Kristus menjadi
batu antukan bagi Israel.
Ajaran-ajaran Tuhan Yesus selalu dianggap bertentangan
dengan ajaran Taurat Musa. Memang yang menjadi penyebab Yesus Kristus
disalibkan, sebab ajaranNya dianggap para ahli Taurat sudah menghujat Allah
Israel. Dia tidak mengulangi lagi tentang persepuluhan karena hal ini sudah
menjadi ajaran tradisi yang mendaging bagi Yahudi. Kristus Yesus sedang
memperkenalkan satu “Perjanjian Baru” dimana Dia akan menggenapkan “Nubuatan
tentang Anak Domba Allah” yang menggenapkan Taurat menjadi dasar pokok ajaran
Kasih Karunia-Nya, Yoh 1:29, Mat. 24:1-2
@LL

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home